Tak hanya penyebab dari mesin ataupun perawatan, instalasi kelistrikan sangat memegang peranan penting. Bayangkan saja hubungan arus pendek yang sanggup membuat percikan api. Meski sekilas, tapi begitu ada kebocoran saluran bahan bakar akibatnya akan kebakaran. Dalam hal ini, ingatlah istilah POWER sebelum mulai pengendaraan (P untuk Petrol atau bahan bakar, O untuk pengecekan oli-oli, W dari kata Water atau semua air pada kendaraan, E untuk perangkat Electrical alias kelistrikan, dan R untuk Rubber atau kondisi karet-karet dan slang).
BangSobil merekomendasikan untuk biasakan saja mengecek sekeliling mobil sebelum mulai starter mesin. Caranya cukup jalan kaki keliling bodi. Efek jangka panjangnya, selain perangkat kelistrikan terdeteksi, bagian bodi sekaligus ban pasti ikut terlihat. Melihat ruang mesin, lihat kondisi kabel-kabel dan pastikan tidak ada kabel yang terkelupas ataupun lepas. Selain kabel, cek juga kondisi soket-soket, dan pastikan tidak ada soket yang longgar. Ketika soket longgar, bisa menimbulkan loncatan bunga api yang berbahaya.
Periksa mulai dari soket motor wiper berikut pompa air wiper, lampu utama, alternator, ataupun perangkat injeksi. Ingin sekaligus jadi Saturday mechanic. Lanjutkan saja proses pengecekan sambil semprot menggunakan contact cleaner untuk membersihkan kepala soket dari kerak dan kotoran. Aman sekaligus memperpanjang usia pakai. Sudah yakin kondisi kelistrikan ruang mesin aman, lanjutkan pekerjaan dengan melihat kabel-kabel pada interior. Memang tak terlalu banyak yang bisa digunakan karena biasanya kabel interior terlindung oleh karpet. Tapi bukan berarti tak bisa, apalagi untuk yang memakai perangkat audio berlebih.
Pastikan terminal mulai dari subwoofer hingga power amplifier masih menempel ketat tanpa ada celah longgar. Bahayanya bayangkan saja kabel yang longgar begitu ketemu material karpet dari kain yang sangat mudah terbakar. Berlanjut di interior, pastikan juga fungsi kelistrikan seperti lampu-lampu bekerja sempurna. Misalkan saja lampu sein yang mudah dideteksi kalau ada lampu yang mati. Coba nyalakan lampu sein, kalau salah satu lampu berkedip lebih cepat, biasanya ada masalah pada lampu sein. Lampu utama lebih mudah lagi, nyalakan lampu dan lihat apakah kedua lampu menyala dengan baik, termasuk lampu jarak jauh
Selengkapnya...
Kamis, 23 September 2010
Pengecekan kelistrikan sebelum mengendarai
Radiator coolant dengan Ethylene glycol
Dalam sistem pendinginan, hampir setiap mobil menggunakan radiator. Radiator sangat berperan penting dalam mendinginkan suhu mesin. Mobil akan overheat dan macet bila suhu dalam mesin meningkat dan terlalu panas. Suhu optimal saat mesin bekerja adalah 80-100 derajat celcius. Sistem kerja radiator adalah mengalirkan atau mensirkulasikan air kedalam mesin saat bekerja. Sehingga seluruh proses mesin saat bekerja, sangat membutuhkan aliran air.
Dalam hal ini, saya merekomendasikan agar Autosobil tidak memasukkan air sumur atau air ledeng kedalam radiator, hal tersebut karena air tersebut menimbulkan kerak pada dinding-dinding radiator atau dinding luar mesin. BangSobil menyarankan kepada anda untuk selalu menggunakan Radiator Coolant. Radiator coolant yang baik, harus mengandung aditif anti karat, anti kerak dan ethylene glycol.
Ethylene glycol dalam radiator coolant berfungsi untuk meningkatkan titik didih air diatas 100 derajat celcius. Hal tersebut agar saat kendaraan macet air radiator tidak mendidih, jadi menghindarkan overheat. Ethylene glycol ini juga berfungsi sebagai pelumas water pump sehingga water pump terawat dengan baik. Apalagi, mobil-mobil saat ini umumnya sudah dilengkapi dengan sistem pendingin air conditioner (ac). Dengan kelengkapan sistem pendingin AC ini, mesin mobil harus bekerja ekstra untuk mensuplai tenaga guna memutar komresor AC. Atas hal tersebut, maka air radiator sangat penting kaitannya dengan sistim pendinginan mesin. Gunakanlah Radiator Coolant untuk radiator kendaraan anda
Selengkapnya...