Beberapa tips untuk menghilangkan ngantuk bagi pengemudi yang pekerjaannya dituntut dengan waktu : 1. Matikan AC dan buka kaca lebar-lebar (bukan malah menutup kaca) untuk memenuhi kadar oksigen dalam otak manusia. Karena ruangan ber AC minim oksigen dapat membuat kita mengantuk. Hirup oksigen sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan oksigen. Lebih bagus lagi dengan menepi dahulu dan lakukan sedikit olah tubuh (gerakan senam). Dan bila kaca di tutup rapat-rapat sampai kita kegerahan atau kepanasan, akan semakin membuat tubuh lelah dan letih.
2. Bila sedang sendirian, jangan menyanyi dengan keras karena akan membuat kita kelelahan dan semakin membuat diri kita mengantuk.
3. Bagi yang merokok hendaknya di udara terbuka, jangan di dalam mobil sambil tutup kaca rapat2. Lebih baik lagi jangan merokok, tapi lakukan seperti pada poin nomor satu di atas. Merokok juga akan membuat otak kekurangan oksigen dan akan membuat kita menguap terus.
4. Tidak ada bukti ilmiah yang menyebutkan minum kopi asin akan menghilangkan kantuk. Yang benar, dengan minum kopi asin, panca indera kita akan terkejut yang menyebabkan terkejut pula sistem syaraf. Hal ini dapat membuat kita jadi sedikit kaget dan rasa kantuk pun akan terusir karena kaget tersebut.
5. Hendaknya selalu sediakan permen di dalam mobil, karena dengan mengunyah permen tersebut, secara tidak langsung kantuk kita akan hilang.
Selengkapnya...
Kamis, 23 September 2010
Menghilangkan kantuk saat mengemudi
Jangan asal meng-amplas busi
Peran busi pada mesin mobil sangatlah penting. Bila busi bermasalah, mesin mobil bisa tersendat atau bahkan mati total karena api yang membakar campuran bensin dan udara di ruang bakar kurang sempurna atau bahkan mati total. Masalah ini dipicu oleh usia pakai dan perlakuannya. Hal tersebut berarti, meskipun busi tidak diutak-atik, namun tetap ada kemungkinan busi cepat mati jika salah perlakuan.
Lebih diperparah lagi, banyak pemilik kendaraan yang masih salah memperlakukan busi, padahal itu hal yang basic. Paling utama, ada di bagian center elektroda. Dalam proses membersihkan busi, bagian atas center elektroda kerap diampelas. Dalam hal ini, BangSobil merekomendasikan agar jangan asal mengampelas busi. Sebab, bagian itu diciptakan flat. Apabila diampelas, permukaannya jadi tidak rata sehingga percikan api jadi menyebar.
Kalaupun ingin diampelas yaitu bagian bawah ground electrode yang menghadap langsung ke center elektroda. Usahakan ampelas pakai ukuran yang agak halus atau maksimal ukuran 500. Untuk bagian yang sulit terjangkau seperti nose insulator, cukup bersihkan pakai sikat kawat. Jangan membersihkan atau mencuci busi menggunakan bensin atau minyak tanah. Hasilnya memang lebih bersih, namun kalau dilakukan berulang-ulang, malah memperpendek umur busi.
Ada satu hal lagi yang paling medasar tapi kerap diabaikan, yakni melepas dan memasang busi saat keadaan mesin masih panas. Risiko slek pada drat busi sangat besar. Lebih baik meunggu hingga mesin agak dingin jika mau melakukan aktivitas seputar busi. Sebab di bagian cop busi terdapat peranti dari karet. Kalau dibuka saat suhu mesin masih panas, karet itu mudah rusak atau sobek.
Nah kalau mau awet, Ari memberikan pakem dasar masalah busi ini. Pastinya, pilih busi sesuai kode yang ditetapkan pabrikan. Misal panjang drat busi atau pemilihan busi dingin atau panas. Selain itu, atur kerenggangan celah busi dengan akurat. Angka yang dianjurkan, 0,8-1,2 mm. Jangan sembarangan mengatur celah busi pakai perasaan. Melenceng 0,1 mm saja performa busi bisa gak maksimal dan efek dominonya mesin jadi boros BBM. Hal tersebut membuat efek tidak langsung yang bisa membuat busi rusak, yakni pemilihan angka oktan. Mesin bisa saja overheat bila pemilihan oktan tidak sesuai. bila dibiarkan, kepala busi bisa meleleh atau terbakar
Selengkapnya...